ZmnTv.com, Sukabumi — Tradisi adat tahunan Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi kembali digelar dengan khidmat dan meriah pada tahun 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-447, rangkaian acara berlangsung pada 2 hingga 9 Juli 2026 di Kampung Adat Sinar Resmi, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Minggu (05/07/2026)
Mengusung tema “Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Anu Bakal Datang”, perhelatan budaya ini menjadi momentum refleksi masyarakat adat terhadap perjalanan masa lalu sekaligus harapan menuju masa depan yang lebih baik dan selaras dengan alam.
Beragam kegiatan budaya ditampilkan dalam rangkaian acara, di antaranya seni tari tradisional, pertunjukan sinden, jaipongan, debus, serta berbagai atraksi budaya lainnya. Selain itu, prosesi adat berupa penyimpanan hasil panen ke dalam lumbung padi (leuit) menjadi bagian utama yang sarat makna sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi.
Kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga dini hari, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan dalam rangkaian penutupan kegiatan.
Pimpinan Kasepuhan Sinar Resmi, Abah H. Asep Nugraha, menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan leluhur yang mengandung nilai spiritual, budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat adat Sunda.
“Seren Taun ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas hasil bumi yang telah diberikan. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu menjaga keseimbangan dengan alam, karena manusia tidak bisa hidup tanpa alam,” ujar Abah Asep.
Ia menjelaskan bahwa tema tahun ini, ‘Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Anu Bakal Datang’, mengandung makna mendalam tentang pentingnya belajar dari masa lalu sekaligus menata kehidupan ke depan dengan lebih baik.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya dan kearifan lokal. Apa yang sudah diwariskan oleh karuhun harus tetap dijaga, karena di dalamnya ada tuntunan hidup yang selaras dengan alam dan zaman,” tambahnya.
Abah Asep juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak hari pertama, didukung oleh cuaca yang baik serta partisipasi masyarakat yang sangat tinggi.
“Alhamdulillah, sejak hari pertama hingga hari ini kegiatan berjalan lancar. Kami sangat bersyukur karena masyarakat begitu antusias, baik dari dalam maupun luar daerah. Ini menjadi bukti bahwa Seren Taun masih dicintai dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, TNI-Polri, serta semua pihak yang telah membantu dan menjaga kelancaran kegiatan ini. Tanpa dukungan bersama, acara sebesar ini tidak mungkin berjalan dengan baik,” katanya.
Ke depan, Abah Asep berharap tradisi Seren Taun dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya yang tidak boleh hilang.
“Mudah-mudahan ke depan generasi muda bisa terus melanjutkan tradisi ini. Jangan sampai budaya kita hilang atau tergerus zaman. Justru harus kita jaga, kita rawat, dan kita kenalkan lebih luas agar tetap hidup sepanjang masa,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Abah Asep berharap ke depan tradisi Seren Taun dapat terus berkembang dan semakin memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Seren Taun tahun ini turut dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah, seperti Cisolok, Cikakak, Cikelat, Cicadas, Pasir Kuray, Cisungsang, Cisitu, hingga Pelabuhanratu. Selain itu, tamu dari luar daerah seperti Kota Sukabumi, Bogor, Cianjur, Jakarta, Bandung, dan sejumlah wilayah lainnya juga memadati lokasi acara.
Sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, aparat kepolisian dari Polres dan Polsek, Satpol PP, hingga insan media yang meliput jalannya acara.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan pemerintah ini menunjukkan bahwa Seren Taun tidak hanya menjadi agenda budaya lokal, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik nasional yang memperkuat identitas budaya serta mempererat kebersamaan masyarakat adat.
Melalui perhelatan ini, Kasepuhan Sinar Resmi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi, mempererat tali silaturahmi, serta mengajak generasi muda untuk terus melestarikan kearifan lokal sebagai bagian penting dari jati diri bangsa. (Hd/Jy/Lkn)






Tinggalkan Balasan