Miris! Odik Hidup 12 Tahun di Rumah Tak Layak Huni di Cibuluh, Bantuan Tak Kunjung Datang

Miris! Odik Hidup 12 Tahun di Rumah Tak Layak Huni di Cibuluh, Bantuan Tak Kunjung Datang

ZmnTv.com, Bogor – Kisah pilu kehidupan warga kurang mampu kembali mencuat dari pelosok desa. Sebuah rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang ditempati keluarga Odik selama belasan tahun luput dari perhatian pihak terkait. Rumah tersebut berada di Kampung Cibuluh RT 005 RW 004, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas.

Menurut pengakuan Odik selaku kepala keluarga, dirinya telah tinggal di rumah tersebut selama kurang lebih 12 hingga 15 tahun dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Ia menggantungkan hidup dari sektor pertanian serabutan, seperti mengolah sawah dan memelihara ikan, dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kadang ada penghasilan, kadang tidak ada sama sekali. Kami sudah pasrah, mungkin memang rezeki kami segini,” ujar Odik dengan nada lirih.

Odik hidup bersama istrinya dan lima anggota keluarga termasuk seorang cucu, sementara anak-anaknya yang lain telah menikah dan tinggal terpisah. Dalam keterbatasan tersebut, ia memilih bertahan dan menghemat pengeluaran demi kebersamaan keluarga.

“Walaupun tidak punya apa-apa, yang penting bisa bersama keluarga. Kalau mau beli ini itu tapi tidak ada uang, ya bagaimana lagi,” tuturnya.

Ironisnya, Odik mengaku belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) apa pun, meskipun kondisi rumah dan ekonominya jauh dari kata layak. Ia bahkan merasa heran karena bantuan justru sering diterima oleh warga yang dinilai lebih mampu.

Usai meninjau lokasi, Tim ZmnTv, yang melakukan peliputan, juga meminta keterangan dari warga sekitar. Salah satu tetangga, Entis, membenarkan kondisi tersebut.

“Memang betul, Odik sudah belasan tahun seperti itu. Sudah sering difoto oleh RT bahkan media, tapi sampai sekarang belum ada hasil. Kepala desa juga belum pernah datang langsung ke sini,” ungkap Entis.

Kondisi ini menambah panjang daftar warga miskin yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Odik hanya bisa berharap suatu hari ada perhatian dan uluran tangan dari pihak terkait.

“Harapan saya sederhana, semoga diberi rezeki dan keluarga selalu sehat,” pungkasnya.

Kisah  Odik menjadi potret nyata masih adanya ketimpangan dalam penyaluran bantuan sosial dan diharapkan dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat di lapisan bawah. (Hd/Jy)

Avatar Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *