ZmnTv.com, Bandung – Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pasundan (Unpas) angkatan 1990-an menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan organisasi yang pernah mereka geluti. Para alumni memberikan bantuan perlengkapan pendidikan dan latihan dasar kemiliteran (Diklatsarmil) serta peralatan marching band guna mendukung kegiatan dan regenerasi anggota Menwa.
Bantuan tersebut diinisiasi oleh salah satu alumni, Wira Andiyana, yang saat ini bermukim di Kanada dan menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan PT Krakatau Steel untuk wilayah Kanada dan Amerika Serikat.
Wira mengatakan, pengalaman selama mengikuti pendidikan dan latihan dasar kemiliteran menjadi kenangan yang sangat berkesan sehingga mendorongnya untuk terus berkontribusi bagi organisasi Menwa Unpas.
“Pengalaman masa lalu, baik suka maupun duka, tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berbuat sesuatu agar organisasi yang pernah kami jalani tetap eksis,” ujar Wira.
Wira Andiyana sendiri pernah mengikuti Diklatsarmil di Depo Pendidikan Infanteri (Dodikif) Pangalengan, Bandung. Saat itu ia berhasil meraih predikat siswa terbaik dari lebih dari 300 peserta se-Jawa Barat.
Sementara itu, rekannya H.Mulyadi juga menorehkan prestasi sebagai juara pertama lomba menembak menggunakan senapan M16.
Pada angkatan tersebut, terdapat enam anggota Menwa Unpas dari Kompi E yang mengikuti pendidikan dan seluruhnya dinyatakan lulus, yakni Wira Andiyana, Mulyadi, Decky Hasan Sadikin, Rahadi Harahap, Dadeng Hambali, dan Sudono.
Keterangan foto Alumni menwa Unpas Bandung Angkatan 90 berfoto bersama. Pada salah satu acara kegiatan di Menwa Universitas Parahyangan Bandung tahun 1991
Para alumni mengaku memiliki kenangan mendalam selama menjalani pendidikan militer dasar di Dodikif Pangalengan.
“Bahkan waktu itu rasanya lebih betah di Dodikif daripada kembali ke kampus. Para pelatih dari Rindam III/Siliwangi sangat profesional dan penuh rasa persaudaraan,” kata Rahadi Harahap.
Meski telah berpuluh tahun berlalu, para alumni Menwa Unpas angkatan 1990-an tetap menjaga komunikasi dan ikatan emosional satu sama lain.
“Yang penting kita terus menjaga kebersamaan dan berbuat baik selama masih diberi kesempatan hidup. Jangan sampai menyakiti sesama,” ujar Imansyah salah satu alumni, yang merupakan angkatan 1989.
Dalam aksi kepedulian tersebut, Wira Andiyana memberikan bantuan kaporlap (perlengkapan lapangan) berupa seragam, sepatu, dan perlengkapan penunjang aktivitas lapangan bagi anggota Menwa.
Sementara itu, H.Mulyadi turut menyumbangkan perlengkapan marching band untuk mendukung kegiatan organisasi.
Tidak hanya itu, para alumni juga berencana memberikan LCR (Landing Craft Rubber Boat) atau perahu karet yang dapat digunakan untuk kegiatan latihan lapangan.
Menurut mereka, bantuan tersebut merupakan bentuk amal jariyah agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi Menwa berikutnya.
“Ini kami lakukan dengan ikhlas sebagai ibadah jariyah. Semoga setiap perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan positif menjadi pahala yang terus mengalir,” kata Wira.
Para alumni menegaskan bahwa bantuan tersebut hanya sebagai bentuk stimulan atau penyemangat bagi para anggota Menwa.
Sebab secara kelembagaan, Menwa merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di bawah pembinaan bidang kemahasiswaan universitas.
Dalam organisasi Menwa, terdapat semboyan Widya Castrena Dharma Sidha (WCDS) yang menjadi salam khas para anggota.
Semboyan tersebut memiliki makna penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan, yakni mengedepankan ilmu pengetahuan yang kemudian disempurnakan dengan kemampuan keprajuritan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Kontributor: Asep Supriatna dan Godhy M
Editor: Syah







Tinggalkan Balasan