ZmnTv.com, Sukabumi – Tim media melakukan kunjungan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Sudirman, tepat di depan Polres Sukabumi, Senin (24/11). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses pengolahan, kualitas bahan baku, hingga distribusi makanan bagi para siswa di wilayah Pelabuhan Ratu berjalan transparan dan sesuai standar.
Humas SPPG Polres Sukabumi, Andi, menjelaskan bahwa isu mengenai harga Rp10.000 per porsi yang beredar di publik sebenarnya keliru. Menurutnya, harga porsi kecil hanya Rp8.000, sementara porsi besar Rp10.000, tergantung isi lauk.
“Kalau menunya telur atau ayam, harga bahannya tidak sampai Rp10.000. Banyak masyarakat menilai dari tampilan tray, padahal harga ditentukan dari bahan bakunya,” jelas Andi.
Tim SPPG Polres Sukabumi memulai proses memasak sejak pukul 00.00 WIB, terutama untuk bahan yang membutuhkan waktu panjang seperti daging sapi agar empuk dan tidak cepat basi.
“Kalau masak jam 10 malam, nanti bisa basi, jadi kami memulai sejak dini hari agar jam 7 pagi makanan sudah matang dan siap di distribusikan,”ucap Andi.
Saat ini dapur utama sedang dalam perbaikan, sehingga sementara dipindahkan ke ruangan UMKM.
Sementara itu, untuk menyalurkan makanan setiap Senin–Jumat ke berbagai sekolah, mulai dari, SD, SMP, SLBN, Pesantren, PAUD, Total siswa penerima mencapai 2.546 siswa, terdiri dari: 544 siswa kelas bawah, 1.902 siswa kelas atas, 76 siswa khusus, 51 siswa pesantren, 400 penerima kategori B3.
Khusus untuk siswa yang tidak menyukai menu tertentu seperti daging atau nasi, pihak SPPG Polres Sukabumi melakukan pendataan dan menyediakan pengganti, seperti kentang.
SPPG Polres Sukabumi memiliki satu tenaga ahli gizi yang memastikan setiap menu memenuhi standar kalori dan nutrisi.
Untuk cemilan atau produk UMKM, hanya bahan dengan kadar gula 40–50% yang bisa diterima setelah melewati pemeriksaan security food test.
SPPG Polres Sukabumi membuka peluang bagi UMKM dan petani lokal untuk memasok bahan makanan. Namun syarat utamanya adalah, Harga masuk akal, Kualitas memenuhi standar, Kuantitas cukup untuk kebutuhan rutin.
Ada MOU suplai barang (tidak mengikat harga, hanya komitmen ketersediaan barang).
“Kalau kualitas bagus dan jumlahnya mencukupi, kita ambil. Tapi kalau barang tidak tersedia, kita cari suplai lain. MOU tidak mengikat secara klaim,” jelas salah satu pengelola.
Humas SPPG Pelabuhanratu menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk pemantauan media, termasuk pemeriksaan langsung ke dapur maupun proses distribusi.
“Silakan media datang kapan saja. Random check juga boleh. Semua proses kami update di media sosial agar publik bisa melihat transparansinya,” ujar Andi, Humas SPPG Pelabuhanratu.
Program Makan Bergizi Gratis ini telah berjalan sejak September 2025 dan terus mengalami pemerataan serta peningkatan kualitas.
Selain itu, terdapat perubahan aturan baru terkait jumlah minimal penerima serta tambahan sekolah yang akan mulai menerima suplai makanan dalam waktu dekat.
Kunjungan ini menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara Makan Bergizi Gratis di Pelabuhan Ratu berkomitmen menjaga kualitas, transparansi, dan layanan kepada siswa penerima manfaat. Dengan terbukanya akses bagi media dan masyarakat, diharapkan program ini terus berjalan baik dan bebas dari isu-isu negatif yang pernah terjadi di daerah lain. (Hd/Jy)







Tinggalkan Balasan